Anti Panik Saat Darurat

Agustina Fitria A, CFP® | @afitria_cfp

5 Mins Read


Selama tahun 2020 kita mengalami pandemi yang bukan saja berdampak pada kesehatan, namun tak kalah berat juga dampak terhadap ekonomi negara dan keuangan keluarga.  Pada kondisi keluarga kehilangan penghasilan maka dana darurat pun harus digunakan untuk menopang hidup keluarga. Namun, sampai batas apa dana darurat bisa digunakan? Anda bisa menjawabnya dengan 6 kriteria di bawah ini:

  1. Selamat. Dana darurat dapat digunakan untuk keperluan keselamatan. Misalnya atap yang mulai reyot dan berisiko roboh, membeli Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk di rumah atau kendaraan, sehingga dapat mencegah terjadinya hal-hal yang mengancam keselamatan.
  1. Segera. Dana darurat dapat membiayai kebutuhan yang sifatnya harus segera dibayar, misalnya membayar jaminan biaya rumah sakit di lokasi yang tidak ditanggung oleh asuransi dengan cara cashless. Oleh karena itu harus ditempatkan di instrumen keuangan yang likuid dan rendah risiko agar saat pencairan tidak sulit atau tidak mengalami penurunan nilai yang signifikan.
  1. Sulit. Jika Anda sebagai pekerja mandiri mengalami kondisi sakit COVID19 dan tidak ada pemasukan karena kondisi tubuh yang lemah dan terpaksa harus isolasi mandiri karena kapasitas RS terbatas, maka dalam kondisi sulit ini Anda dapat menggunakan dana darurat untuk membiaya pengobatan dan kebutuhan hidup Anda.
  1. Sementara. Saat pandemi Anda mengalami kehilangan penghasilan atau penurunan penghasilan yang signifikan, maka dana darurat bisa Anda gunakan untuk keperluan hidup sehari-hari, namun dimaksudkan hanya untuk sementara. Jika berlangsung lama, maka sebaiknya Anda mencari alternatif pengganti / penambah penghasilan karena dana darurat tidak selamanya dapat menopang hidup Anda. Atau jika terkait dengan pengeluaran untuk kebersihan dan kesehatan, bisa Anda masukkan dalam anggaran bulanan.
  1. Seketika. Kondisi darurat adalah yang terjadi seketika atau tak terduga, misalnya ada orang tua yang meninggal dunia sehingga kita harus mengeluarkan dana darurat untuk biaya transportasi, dan biaya lain-lain. Dana darurat bukan untuk sesuatu yang kita sudah tahu atau bisa diprediksi jauh-jauh hari seperti keperluan mudik atau hari raya lainnya.
  1. Sanggup Sendiri. Karena jumlah dana darurat yang terbatas, maka hanya dapat digunakan untuk membiayai risiko-risiko yang sanggup ditanggung sendiri. Apabila risiko sudah sangat besar seperti rumah rusak karena kejatuhan pesawat terbang, kebakaran, atau pencari nafkah meninggal dunia, maka Anda dapat mengalihkan risiko itu ke perusahaan asuransi. Atau dalam konsep syariah, Anda dapat menggunakan perusahaan asuransi syariah dengan akad gotong royong saling menolong antar sesama peserta asuransi.

Jadi, kini Anda bisa berdiskusi dengan pasangan dan bersepakat kondisi apa saja yang masuk dalam kriteria yang dapat menggunakan dana darurat. Sehingga saat hal itu terjadi Anda tidak panik dan sudah siap secara finansial. Anda dapat mengingatnya dengan 6S, yaitu Selamat Segera, Susah Sementara, Seketika Sanggup sendiri.

Untuk mengetahui jumlah dana darurat yang perlu Anda miliki, silakan klik kalkulator ini