Anggaran yang Cermat agar Keuangan Sehat

Agustina Fitria, CFP®, QWP®, AEPP | @afitria_cfp

10 Mins Read


 
Tahap awal dalam membuat perencanaan keuangan adalah menyediakan uangnya atau mempunyai pemasukan, bisa berasal dari gaji tetap, tunjangan, komisi, mapun penghasilan dari aset yang sudah dimiliki seperti dengan menyewakan rumah/apartment/kos/kios, bunga deposito, kupon obligasi, dividen saham.
 

 
Semua pemasukan itu perlu dikelola agar bisa mencukupi kebutuhan hidup saat ini maupun kebutuhan di masa depan, termasuk juga untuk mengantisipasi risiko-risiko keuangan yang dapat timbul sepanjang hidup  Pengelolaan itu disebut dengan anggaran / budgeting.

 

Pos-pos dalam anggaran disusun berdasarkan skala prioritas mulai dari yang paling penting dan segera dibayarkan sampai dengan yang paling bisa ditunda jika dana tidak tersedia. Penyusunan prioritas untuk setiap keluarga bisa berbeda-beda, namun secara umum dapat dibagi menjadi tiga :

  1. Butuh, yaitu pos pengeluaran yang harus segera dibayarkan, misalnya cicilan utang dan tagihan rutin lainnya, tabungan & investasi, rumah tangga
  2. Penting, yaitu pos pengeluaran untuk berjaga-jaga, dan produktivitas, misalnya biaya kesehatan, zakat & sosial lainnya
  3. Ingin, yaitu pos pengeluaran untuk kenyamanan & status sosial, misalnya gaya hidup dan hiburan

 

Untuk membuat perencanaan keuangan yang sehat maka secara umum ada tiga hal penting dalam menyusun anggaran yaitu :

  1. Cicilan utang maksimal 30% dari pemasukan
  2. Tabungan & investasi minimal 10% dari pemasukan
  3. Untuk pos anggaran yang lain dapat dikelola sesuai dengan kondisi tiap keluarga.

 

Ingin langsung mengetahui anggaran Anda? Silakan klik di sini.